Fase profesional saya sudah selesai, dan tidak berakhir seperti yang kita inginkan
Jakarta (KABARIN) - Perjalanan Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid harus berakhir lebih cepat dari yang ia harapkan. Meski tak sesuai rencana, Alonso menegaskan dirinya pergi dengan kepala tegak karena sudah memberikan usaha maksimal selama menangani Los Blancos.
“Fase profesional saya sudah selesai, dan tidak berakhir seperti yang kita inginkan. Melatih Real Madrid merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar,” ujar Alonso lewat surat perpisahan yang ia unggah di Instagram pada Selasa (13/1).
“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama seluruh penggemar Madrid atas dukungan serta kepercayaan mereka. Saya pergi dengan rasa bangga, respek, dan puas karena telah melakukan yang terbaik.”
Alonso resmi mengakhiri masa jabatannya pada Senin (12/1) malam WIB, kurang dari 24 jam setelah Madrid kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026. Kekalahan itu menjadi puncak kekecewaan manajemen terhadap performa Alonso sepanjang musim ini.
Sejak November tahun lalu, performa Madrid memang menurun. Dari 14 pertandingan, Los Blancos hanya mampu meraih tujuh kemenangan dan posisi mereka di klasemen Liga Spanyol tergeser oleh Barcelona.
Selain hasil pertandingan, Alonso juga dikabarkan kehilangan kendali atas ruang ganti, dengan perseteruan sejumlah pemain yang disebut menjadi alasan manajemen mengambil keputusan tegas.
Sebelumnya, Alonso digadang-gadang sebagai sosok yang bisa mengembalikan kejayaan Real Madrid setelah sukses di Bayer Leverkusen. Namun ekspektasi tinggi itu tidak tercapai dalam tujuh bulan kepemimpinannya.
Meski berakhir mengecewakan, Alonso memilih untuk tetap bersyukur atas kesempatan yang diberikan sejak Mei lalu. Selama menangani Real Madrid, ia mencatatkan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan di semua kompetisi.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026